SISTEM
REPRODUKSI I
FISIOLOGI PERTUMBUHAN
& PERKEMBANGAN EMBRIO & JANIN
Disusun
Oleh Kelompok 2 :
1.
Ajeng Rosa (131.0004)
2.
Dhea Abriyanti (131.0024)
3.
Mufhida Paraningtyas (131.0060)
4.
Sarah Safira (131.0088)
5.
Yuanita Putri (131.0104)
6.
Anisa Aprillia (131.0120)
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG
TUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN 2016-2017
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan manusia dimulai pada tahap embrio terjadi di
dalam rahim (uterus) selama masa kehamilan. Kehamilan merupakan suatu proses
yang alamiah dari seorang wanita. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan
janin intrauterin mulai sejak konsepsi sampai permulaan persalinan. Pada masa
kehamilan terjadi pertemuan antara sel telur dengan sel sperma yang menyebabkan
kehamilan dan membentuk zigot. Zigot akan membelah secara berkali-kali secara
mitosis dan membentuk morula dan blastula (sel berbentuk bola). Pada tahap
blastula, embrio akan masuk ke dalam rahim dan menempel pada dinding rahim yang
disebut proses implantasi. Setelah menempel pada dinding rahim, embrio akan
mengalami pembentukan organ-organ tubuh.
Selama perjalanan kehamilan perubahan demi perubahan pada ibu
dan janin akan semakin terlihat secara jelas. Jika ibu hamil mengalami
perubahan pada fisiknya atau luarnya maka janin juga mengalami perubahan dalam
kehamilan. Tumbuh kembang janin dari yang semula kecil hingga janin siap lahir
mengalami berbagai macam perubahan bentuk. Selain itu perubahan itu juga
mengakibatkan perkembangan dari system yang ada pada janin. Berbagai macam
sistem pada janin mulai berkembang hingga dewasa nantinya dan siap untuk
dilahirkan.
Pertumbuhan
janin ditentukan sejumlah faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang
penting adalah perfusi plasenta dan fungsi plasenta. Faktor gizi ibu bukan
faktor terpenting, kecuali pada keadaan starvasi hebat. Gangguan gizi menahun
dapat menyebabkan terjadinya anemia dan BBLR – berat badan lahir rendah.
Energi
yang diperoleh janin dipergunakan untuk pertumbuhan dan terutama berasal dari
glukosa. Kelebihan pasokan karbohidrat di konversi menjadi lemak dan konversi
ini terus meningkat sampai aterm. Sejak kehamilan 30 minggu, hepar menjadi
lebih efisien dan mampu melakukan konversi glukosa menjadi glikogen yang
ditimbun di otot jantung otot gerak dan plasenta. Bila terjadi hipoksia, janin
memperoleh energi melalui glikolisis anerobik yang berasal dari dari cadangan
dalam otot jantung dan plasenta.
Plasenta
memiliki kemampuan untuk “clears” bilirubin dan produk metabolit lain melalui
aktivitas dari enzym transferase. Janin menghasilkan protein spesifik yang
disebut sebagai alfafetoprotein - AFP dari hepar. Puncak kadar AFP tercapai
pada kehamilan 12 – 16 minggu dan setelah itu terus menurun sampai aterm.
Protein tersebut disekresi melalui ginjal janin dan ditelan kembali untuk
mengalami degradasi dalam usus. Bila janin mengalami gangguan menelan (misalnya
pada janin anensepalus atau kelainan NTD’s lain) maka kadar serum AFP tersebut
meningkat. Cadangan lemak janin dengan berat 800 gram (kehamilan 24 – 26
minggu) kira 1% dari BB ; pada kehamilan 35 minggu cadangan tersebut sekitar
15% dNTD’si.
Dari penjalasan diatas maka kami
akan membahas tentang bagaimana fisiologi proses pertumbuhan dan perkembangan
embrio dan janin pada kehamilan.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana
fisiologi pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin?
1.3 Tujuan
1.3.1
Tujuan Umum
1.
Mendeskripsikan mengenai fisiologi
pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin.
1.4 Manfaat
1.4.1
Manfaat Bagi Pembaca
Dapat
mengerti dan memahami konsep dasar kehamilan dan fisiologi pertumbuhan dan
perkembangan janin dan embrio agar dapat lebih menjaga kehamilannya sehingga
meminimalkan resiko kejadian yang tidak diinginkan.
1.4.2
Manfaat Bagi Penulis
Dapat menjadikan sebagai salah satu
bahan acuan atau literatur dalam pemenuhan ilmu pengetahuan guna mengembangkan
dan meningkatkan pengetahuan dan pengadaan dalam kegiatan penelitian terkait.
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Masa
Kehidupan Intrauterine Manusia
2.1.1
Masa
Embrional
Meliputi
masa pertumbuhan intrauterin sampai dengan usia kehamilan 8 minggu, di mana
ovum yang dibuahi (zygote) mengadakan pembelahan dan diferensiasi sel-sel
menjadi organ-organ yang hampir lengkap sampai terbentuk struktur yang akan
berkembang menjadi bentuk manusia. Proses pembentukan organ "dari tidak
ada menjadi ada" ini (organogenesis) pada beberapa sistem organ, misalnya
sistem sirkulasi, berlanjut terus sampai minggu ke-12, sehingga beberapa sumber
mengklasifikasikan pertumbuhan masa embrional sampai dengan minggu ke-12
(trimester pertama kehamilan).
2.1.2
Masa
Fetal
Meliputi
masa pertumbuhan intrauterin antara usia kehamilan minggu ke 8-12 sampai dengan
sekitar minggu ke-40 (pada kehamilan normal / aterm), di mana organisme yang
telah memiliki struktur lengkap tersebut melanjutkan pertumbuhan dan
perkembangan yang pesat, sampai pada keadaan yang memungkinkan untuk hidup dan
berfungsi di dunia luar (ekstrauterin).
2.2 Pertumbuhan
Janin
a. Pertumbuhan Janin Normal
Pertumbuhan janin manusia ditandai
dengan pola-pola sekuensial pertumbuhan, diferensiasi, dan maturasi jaringan
sera organ yang ditentukan oleh kemampuan substrat oleh ibu, transfer substrat
melalui plasenta, dan potensi pertumbuhan janin yang dikendalinkan oleh genom
(Cuningham dkk, 2005).
Pertumbuhan janin dibagi menjadi tiga
fase pertumbuhan sel yang berurutan (Lin dan Forgas, 1998). Fase awal
hiperplasia terjadi selama 16 minggu pertama dan ditandai oleh peningkatan
jumlah sel secara cepat. Fase kedua, yang berlangsung sampai minggu ke-32, meliputi
hiperplasia dan hipertropi sel. Setelah usia gestasi 32 minggu, pertumbuhan
janin berlangsung melalui hipertrofi sel dan pada fase inilah sebagian besar
deposisi lemak dan glikogen terjadi. Laju pertumbuhan janin yang setara selama
tiga fase pertumbuhan sel ini adalah dari 5 g/hari pada usia 15 minggu, 15-20
g/hari pada minggu ke-24, dan 30-35 g/hari pada usia gestasi 34 minggu
(Cuningham dkk, 2005).
Meskipun telah banyak faktor yang diduga
terlibat pada proses pertumbuhan janin, mekanisme selular dan molekular
sebenarnya untuk pertumbuhan janin yang abnormal tidak diketahui dengan jelas.
Pada kehidupan awal janin penentu utama pertumbuhan adalah genom janin
tersebut, tetapi pada kehamilan lanjut, pengaruh lingkungan, gizi, dan hormonal
menjadi semakin penting.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
Pertumbuhan Janin
Faktor keturunan atau bawaan menentukan
cepat pertumbuhan, bentuk janin, diferensiasi dan fungsi organ-organ yang
dibentuk. Akan tetapi makanan yang disalurkan oleh ibunya melalui plasenta
(ari-ari) mempuyai peranan yang sangat penting untuk menunjang potensi
keturunan ini (Pudjiadi, 1990). Gizi ibu yang kurang atau buruk pada waktu
konsepsi atau sedang hamil muda dapat menyebabkan kematian atau cacat janin.
Diferensiasi terjadi pada trimester pertama hidupnya janin, hingga kekurangan
zat tertentu yang sangat dibutuhkan dalam proses diferensiasi dapat menyebabkan
tidak terbentuknya suatu organ dengan sempurna, atau tidak dapat berlangsungnya
kehidupan janin tersebut. Pertumbuhan cepat terjadi terutama pada trimester
terakhir kehamilan ibu. Maka kekurangan makanan dalam periode tersebut dapat
menghambat pertumbuhannya, hingga bayi dilahirkan dengan berat dan panjang yang
kurang daripada seharusnya.
2.3 Perkembangan
Janin
Perkembangan
janin sejak fertilisasi sampai aterm melalui beberapa tahap. Zigot à
blastomer à
morula à
blastula à
grastula à
embrioblast à fetus.
Setelah fertilisasi
dan terbentuk zigot, zigot masih berada di dalam ampula karena ada kontriksi
antara ampula dan kanal oviduk sisanya. Hal tersebut terjadi dalam tiga hingga
empat hari pertama. Selama berada dalam ampula, zigot terus melakukan
pembelahan sel secara mitosis mebnetuk morula. Sementara itu peningkatan
progesteron yang dihasilkan korpus luteum menstimulasi pelepasan glikogen dari
endometrium ke lumen saluran reproduksi sebagrai sumber energi awal embrio.
Nutrisi yang terkandung dalam sitoplasma ovum hanya cukup untuk sehari.
Konsentrasi nutrisi yang disekresikan lebih banyak di ampula daripada di lumen
uterina.
Setelah empat hari
kadar progesteron telah cukup untuk merelaksasikan oviduk sehingga morula bisa
menuju uteri melalui gerakan peristaltik dan aktivitas silia. Keterlambatan
zigot untuk sampai pada uteri ini sangat penting agar lumen uteri sudah
mengakumulasikan nutrisi yang cukup untuk mendukung implantasi embrio. Jika
tiba terlalu awal, morula bisa mati.
Implantasi baru
terjadi pada hari ke tujuh. Sebelum itu, zigot masih bebas dalam rongga uteri
selama tiga hingga empat hari sambil melanjutkan pembelahan. Apabila
endometrium sudah cocok untuk implantasi, morula telah turun ke uterus dan
terus berproliferasi serta berdiferensiasi menjadi blastokis yang dapat
berimplantasi. Blastokis merupakan bola berongga berlapis tunggal yang
dikelilingi oleh 50 sel. Di dalamnya terdapat massa padat sel bersama dalam
satu sisi. Massa padat tersebut merupakan inner cell mass yang aan berkembang
menjadi fetus. Bagian lain berperan dalam menyokong kehidupan embrio yang
sedang berkembang di dalam uterus.
Lapisan terluar blastokis,
tropoblas melakukan implantasi yang mana nanti akan berkembang menjadi plasenta
bagian fetus. Setelah siap berimplantasi permukaan blastokis menjadi lengket.
Sementara endometrium telah siap dan menjadi lebih adesif dengan peningkatan
cell adhesion molecules (CAMs).
Saat berkontak dengan
endometrium, sel tropoblas melepaskan enzim pencerna protein yang memungkinkan
sel sel tropoblas melakukan penetrasi ke dalam endometrium. Selain membuat
lubang yang penting untuk implantasi, pemecahan dinding endometrium yang kaya
nutrisi juga penting untuk sumber bahan bakaar dan bahan baku metabolisme.
Selanjutnya, membran plasma tropoblas berdegenerasi membentuk sinsitium yang
multinukleat yang nantinya menjadi plasenta bagian fetal.
Jaringan endometrium
yang mengalami modifikasi pada tempat implantasi disebut desidua. Melalui
respon terhadap cairan kimia yang dilepaskan oleh blastokis, sel endometrium
mensekresikan prostaglandin secara lokal menyebabkan peningkatan vaskularisasi,
edema dan peningkatan penyimpanan nutrisi. Saat implantasi selesai, seluruh
blastokis terbeanm ke dalam endometrium san del tropoblas terus mencerna sel
desidua disekitarnya untuk menyediakan energi bagi embrio sampai plasenta
terbentuk.
Berikut perkembanan
janin sesuai rentang minggu:
1.
Minggu Ke-1
Pembuahan terjadi di bagian luar saluran telur,
ketika sebuah sel sperma menembus kulit (zona pellusida) sel telur menembus
kulit. Ekor sel sperma tersangkut di luar telur dan terlepas, sehingga kepala
sel mani dapat bergerak bebas di dalam sel telur. Bagian dari kepala sperma
disebut inti dan mengandung benang-benang informasi yang diperlukan untuk
membentuk manusia baru. Ini adalah langkah pertama pembentukan manusia baru
yang mempunyai sifat gabungan antara ayah dan ibu. Dalam waktu 8-24 jam dimulai
pembelahan segmentasi Pada hari ke 4 blastula memasuki endometrium, zona
pelusida lenyap. Pada hari ke 6 blastula mulai berimplantasi (tahap menggali).
2.
Minggu Ke-2
Tahapan pada minggu kedua adalah dimulainya
implantasi Pada hari ke 8 setengah blastula tertanam di endometrium Pada hari
ke 9 : blastokista semakin terbenam dan ditutupi oleh bekuan fibrin,
sinsitiotropoblas berubah menjadi kubah/cekungan yang akan menyatu dengan
pembuluh darah Ibu da berisi darah Ibu, dengan ukuran sebesar kepala peniti Pada
hari ke 11 dan 12 selesai mengadakan implantasi dalam stroma, sudah terjadi
sirkulasi uteroplasenter.
3.
Minggu Ke-3
Pada minggu ini embrio sudah terbentuk seperti:
a) Rongga
amnion.
b) Kantung
kuning telur utama.
a)
Amnion.
b)
Kantung kuning telur primer.
c)
Lempeng embrionik.
d)
Badan penghubung amnion.
4.
Minggu Ke-4
Kini bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi
hormon kehamilan (HCG) sehingga apabila melakukan test kehamilan, hasilnya
positif. Pada tahap ini terjadi pembentukan:
a) Migrasi
selsel dari lapisan primitif.
b) Lempeng
saraf.
c) Otak.
d) Lekuk
saraf.
e) Kelenjar
thyroid mulai berkembang.
f) Badan
penghubung
5.
Minggu Ke-5
Pada minggu ini, panjang janin sekitar 1,27 mm.
Sistem saraf pusat, otot, dan tulang mulai dibentuk. Begitu pula dengan
kerangka. Selain itu terbentuk juga :
a) Jantung
mulai berdetak.
b) Fusi
lapisan saraf.
c) Munculnya
mata dan telinga.
d) Bakal
tungkai bagian atas.
e) Otak
bagian depan.
f) Lengkung
brachial.
g) Tulang
telinga
6.
Minggu Ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4mm yang diukur dari
puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi talah menutup.
Meski belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem
pencernaan dan pernapasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan
berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak. Rongga matanya sudah
terbentuk. Kepalanya seperti kepala reptilia dan mempunyai ekor.
7.
Minggu Ke-7
Akhir minggu ke tujuh, panjangnya sekitar 5-23
mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan
mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi
menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang
terdapat di dalam paru-paru. Terjadi pula :
a) Pertemuan
rongga mulut dan hidung.
b) Telinga.
c) Mata.
d) Lempeng
kaki.
e) Bibir
dan hidung terbentuk.
f) Jari-jari
tangan mulai terbentuk.
8.
Minggu Ke-8
Saat ini janin sudah mulai memperlihatkan
bentuknya sebagai manusia. Panjangnya 2,5 cm. Kepala besar dibandingkan
tubuhnya. Mata dan telinga mulai terbentuk. Mata tertutup kelopak mata,
dantetap tertutup sampai minggu ke-24. Mulai terbentuk lengan dan kaki dengan
jari-jari kecil dan tumit yang mengarah keluar. Tungkai bagian atas memanjang
dan menekuk pada bagian siku. Saat ini semua organ utama dari tubuh sudah
terbentuk, jantung berdetak dengan kuat, darah beredar melalui pembuluh-pembuluhnya,
pencernaan aktif dan ginjal mulai berfungsi. Dahi membesar, genetalia eksterna
belum menunjukan jenis kelamin tapi sudah mulai berdeferensiasi san anus sudah
terbentuk. Satu-satunya perubahan dalam organ sejak saat ini adalah bertambahnya
ukuran dan kecanggihan fungsi-fungsi tubuh sang bayi.
9.
Minggu Ke-9
Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan
beratnya 4 gram. Pada minggu ini telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan
tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai
bergerak walaupun tidak bisa merasakannya. Dengan Dopler, bisa didengar detak
jantungnya.
10. Minggu Ke-10
Pada minggu ini mulai tampak seperti manusia
kecil dengan panjang mencapai 32-43 mm dengan berat 7 gram. Wajah mulai
menunjukan raut muka, letak telinga masih lebih rendah dari posisi normal. Alat
kelamin eksternal mulai terbentu Perempuan (klitoris, labia mayor, labia minor)
laki-laki (Glan penis, skrotum). Sudah mnunjukan karakteristik perempuan atau
laki-laki tapi belum terbentuk sempurna. Pertumbuhan sel otak meningkat dengan
cepat, hapir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit sehingga proporsi
kepala lebih besar daripada tubuh. Tulang sudah menggantikan kartilago.
Diafragma memisahkan jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk.
11. Minggu Ke-11
Jari-jari kecil bayi sedang bertumbuh dengan
kukunya, selaput pelangi mata janin juga sedang berkembang. Folikel-folikel
rambut dan gigi sudah terbentuk. Bayi sudah dapat menelan cairan amnion dan
mengeluarkan kembali (kencing).
12. Minggu Ke-12
Panjang janin sekitar 6,5 cm dan beratnya 18
gram. Kepala bayi menjadi lebiih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya.
Jari-jari tangan dan jaki terbentuk dan kuku mulai tunbuh. Janin mulai
menggerak-gerakan tungkai dan lengannya.uri mulai tumbuh sekitar 6 kali berat
janin.
13. Minggu Ke-13
Minggu ke 13 Panjang janin sekitar 7,5 cm
dengan trakea, paru-paru, pankreas, dan usus berkembang ke fungsi terakhir.
Pita suara mulai terbentuk dan tunas gigi muncul dengan 20 gigi bayi. Pada minggu
ini jari tangan, telapak kaki mulai terlihat.
14. Minggu Ke-14
Pada minggu ini organ seks bayi dapat dibedakan
antara laki-laki dan perempuan. Denyut jantung bayi berdetak kuat 2x lebih
cepat dari Ibu. Janin sudahdapat memberi respon terhadap dunia luar rahim Ibu,
janin mungkin akan bergerak bila perut diusap tapi Ibu mungkin belum dapat
merasakannya.
15. Minggu Ke-15
Bayi sudah mulai dapat mendengarkan Ibu,
mendengarkan denyut jantung Ibu, suara perut Ibu, juga suara Ibu. Sekarang
janin sudah mulai mempunyai rambut di kepalanya, juga bulu mata dan alis.
Ukurannya sekarang 114 gram dengan panjang 15 cm.
16. Minggu Ke-16
Otot janin sudah berkembang dan menjadi kuat.
Gerakannya semakin aktif. Mulai menghisap ibu jarinya, menguap, meregangkan
tubuhnya, sudah menelan kencing dan cengukan. Pada minggu ini jika sinar terang
diletakkan diperut janin akan mengerakkan tangan dan matanya.
17. Minggu Ke-17
Masih banyak ruang dalam rahim, bayi akan
bergerak merasakan sekitarnya. Kulit janin berkembang dan transparan. Terlihat
merah sebab pembuluh darah masih terlihat jelas.
18. Minggu Ke-18
Sekarang janin sudah dapat mendengarkan suara
daluat tubuh Ibu, janina akan bergerak atau melompat ketika mendengarkan suara
keras. Otot bayi sudah dapat berkontraksi dan relaks, byi sudah dapat mendengar
atau meninju. Bergerak sangat aktif, dalam minggu ini mungkin Ibu sudah dapat
merasakan gerakan putarannya untuk pertama kali. Pergerakan janin lebih kuat
dan dinding uterus yang lebih tipis menghasilkan pengalaman quickening pada Ibu.
19. Minggu Ke-19
Pada minggu ini panjang janin sekitar 16,5 cm
dengan berat 226 gram. Tubuh janin diselimuti vernik caseosa, semacam lapisan
lilin yang melindungi kulit dari luka. Pada minggu ini sistem saraf semakin
sempurna, yakni dengan diproduksinya cairan serebrosspinalis yang mestinya
bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan
20. Minggu Ke-20
Otot janin semakin kuat tiap minggu. Jika Ibu
masih belum bisa merasak gerakannya, Ibu akan merasakannya sekarang. Ibu
mungkin salah mengartikan gerakannya pertama kali sebagai angin, karena terasa
seperti letupan gelembung-gelembung didalam. Bayi akan bergerak sekitar 200
kali sehari, tapi Ibu akan merasakan sedikit dari semua gerakan.
21. Minggu Ke-21
Panjangnya sekitar 28 cm. Ibu akan merasakan
lebih banyak gerakan karena bayi makin aktif.
22. Minggu Ke-22
Bayi akan sadar akan lingkungannya dan bayi
akam merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan diperut. Tubuh bayi
mulai memproduksi sel darah putih. Ini penting untuk bayi dalam melawan
penyakit dan infeksi.
23. Minggu Ke-23
Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran
kepalanya sudah sesuai dengan tubuhnya. Saat ini janin terlihat sama seperti
akan lahir nanti tapi lebih kecil dan kurus saat ini. Ibu dapat mendengarkan
detak jantung janin dengan stetoskop. Pertumbuhan otak sangat cepat.
24. Minggu Ke-24
Pendengaran janin sudah terbentuk sempurna.
Janin akan bergerak dengan suara musik dari luar. Janin membentuk pola kapan
saat tidur dan kapan saat bangun, Ibu akan merasakan dengan suatu saat janin
akan bergerak terus, dan saat lain tidak. Pertumbuhan uri menjadi lambat,
sementara sang janin meningkat. Pertumbuhan rambut terlihat jelas, seluruh
tubuh janin dilapisi dengan lanugo yak ni rambut halus, alis, bulu mata dan
rambut kepala mulai muncul. Ukuran kepala lebih besar dibanding begian tubuh
yang lain dan kulit berkerut, bening dan kemerahan memberi penampilan tua pada
janin, yang juga kurus dan tidak berlemak. Darah kapiler dam mioglobin merah
pada otot terlihat melalui kulit. Pada janin bakal gigi permanen telah muncul,
janin masih memiliki ruang dalam uterus, berubah posisi, dapat melakukan
gerakan seperti menghisap dan menangis, tangan mulai membentuk kepalan dan
pegangan, lemak coklat yang merupakan sumber energi, produsi panas dan pengaturan
panas pada janin uang baru lahir juga mulai terbentuk. Berat badan kurang lebih
1,25 pon.
25. Minggu Ke-25
Janin mulai berlatih bernapas dengan menghirup
dan mneghembuskan cairan amnion, yang mana kadang membuat bayi cegukan dan Ibu
akan dapat merasakannya juga. Lemak sudah tersimpan dan kontur mulai membulat,
namun janin masih terlihat kurus dan masih tampak tua dan berkerut. Penambahan
berat badan membuat tubuh lebih proporsional pada akhir bulan.
26. Minggu Ke-26
Janin sudah mempunyai lemak dibawah kulit, yang
akan membantu mengontrol suhu tubuhnya pada saat lahir. Wajah dan tubuhnya
secara umum akan telihat janin saat lahir. Panjangnya sekitar 28-32 cm dengan berat sekitar 680 gram.
Surfaktan sudah dihasilkan. Rambut kepala semakin panjang, gerakan menghisap
lebih kuat, kuku mulai terlihat.
27. Minggu Ke-27
Matanya sudah terbuka dan melihat sekelilingnya
untuk pertama kalinya. Janin terlihat sepertu bernapas tetapi sebenarnya janin
mengambil air bukan udara. Ini merupaka latihan yang baik untuk paru-parunya.
28. Minggu Ke-28
Pada janin laki-laki testis akan turun ke
kantung skrotum. Jaringan otak berkembang. Sekarang janin dapat bermimpi.
Sekarang rahim mencapai 4 jari di atas tali pusat Ibu. Panjangnya sekitar 38 cm
dan beratnya mencapai 1000 gram.
29. Minggu Ke-29
Janin saat ini mempersiapkan diri seperti
posisi lahir dengan kepala kearah bawah. Jaringan lemak terus terbentuk. Pada
pemeriksaan luar/palpasi mulai teraba kepala bokong jelas.
30. Minggu Ke-30
Kepala janin sekarang sudah proporsional dengan
tubuhnya. Ibu mengalami tekanan di bagian diafragma dan perut. Sekarang bobot
janin sekitar 1700 gram dan panjangnya 40 cm. Simpanan lemak mulai memperhalus
kerutan. Tubuh janin mulai terisi lemak dan tidak tapmpak terlalu kurus. Vernik
caseosa tebal menutupi seluruh tubuh janin, rambut kepala terus bertumbuh dan
lanugo benyak sekali kecuali wajah, kuku jari mulai tumbuh mencapai ujungnya,
janin memiliki kendali terhadap gerak pernapasan dan mata terbuka dan reflek
cahaya terhadap pupil muncul pada akhir bulan. Ukuran kepala bokong 28 cm.
31. Minggu Ke-31
Janin makin bertumbuh besar, maka ruangan rahim
menjadi lebih sedikit, janin akan berkurang pergerakannya. Janin kemungkinan
dalam posisi melengkung dengan badan dengkul dilipat, dagu di dadanyadan tangan
dan kaki menyilang. Janin sudah hampir sepenuhnya berkembang. Kulit janin sudah
halus dan tubuhnya montok. Apabila terbangun matanya terbuka dan ia dapat
membedakan antara terang dan gelap.
32. Minggu Ke-32
Janin berada dalam posisi kepala di bawah sampai
nanti lahir. Janin akan tetap menendang, gerakan rata-rata sehari meningkat 375
perhari, tapi anda tidak akan merasakn semuanya. 10 gerakan sehari sudah
normal. Panjang janin sekitar 43 cm dan beratnya mencapai sekitar 1800 gram.
Paru-paru berkembang dan dapat mendukung kehidupannya.
33. Minggu Ke-33
Ibu akan makin merasakan gerakan janin karena
mengisi hampir seluruh ruang rahim. Gerakan menjadi aktig suatu waktu yang
membuat Ibu tidak nyaman, terutama ketika kakinya dibawah tulang rusuk Ibu.
Janin memiliki seluruh rambutnya pada minggu ini.
34. Minggu Ke-34
Pertumbuhan terutama pada otak dalam minggu
ini. Semua sistem tubuh sudah terbentuk sempurna, walaupun paru-paru masih
tetap belum matang. Janin memberi respon terhadap suara yang familiar.
35. Minggu Ke-35
Janin terus menambah cadangan lemak bawah kulit
kepalanya. Kepala janin sudah mulai memasuki panggul.
36. Minggu Ke-36
Panjang janin mencapai 46 cm, berat 2500 gram.
Janin menambah berat badan cukup banyak, 700 gram. Hal ini disebabkan lemak
telah bertumpuk di bawah kulit dan sekitar bahu. Mulai dari minggu ini janin
sudah mempunyai ukuran dan kematangan yang siap untuk lahir. Jika janin lahir
pada minggu ini janin lahir prematur tetapi akan baik saja. Pada bulan terakhir
kehamilan ini janin akan mendapat antibody dari Ibunya seperti campak.
37. Minggu Ke-37
Janin akan terus berlatih untuk menggerakkan
paru-parunya, karena janin akan bernafas setelah dilahirkan. Jika posisi kepala
janin dibawah maka kemungkinan kepala sudah memasuki panggul Ibu.
38. Minggu Ke-38
Reflek janin sudah terkoordinasi, janin sudah
dapat mengedipkan mata, menggerakkan kepala, memegang, dan merespon suara,
sentuhan, dan cahaya. Janin sudah dapat membedakan antara terang dan gelap.
39. Minggu Ke-39-40
Sekarang kehamilan telah mencapai periode
penuh. Panjang janin sekitar 50 cm dan berat mencapai 3300 gram. Bayi laki-laki
sekitar 100 gram lebih berat dari bayi perempuan. Bulan ini merupakan sentuhan
akhir yang penting. Pertubuhan dan perkembangan utuh telah tercalpai janin
bulat sempurnal, dada dan kelenjar payudara menonjol, perkembangan jenis
kelamin sempurna. Lanugo menghilang hampir diseluruh tubuh, kuku mengeras dan
warna kulit bervariasi tanpa menghiraukan ras. Tali pusat telah melakukan
tugasnya dengan sempurna panjang normal 50-65 cm. Panjang kepala bokong 36 cm.
Berat badan tergantung pada sejumlah variabel, rata-rata 7,5 pon.
2.4 Fisiologi
Janin
a. System Kardiovaskuler
Jantung mulai berdenyut pada usia 4-5 minggu. Volume darah
fetoplasental saat aterm adalah 120ml/kg (jumlah sekitar 420 ml)
b. Darah Janin
Lokasi hematopoiesis berubah sejalan dengan usia gestasi. Hb
darah janin meningkat sampai tingkat dewasa sebanyak 15 g/dl pada pertengahan
kehamilandan meningkat 168 g/dl pada saat aterm. Hematokrit janin rata- rata
50%.
c. System Respirasi
Pergerakan dada janin dapat dideteksi pada usia 11 minggu.
Kemampuan janin untuk menghirup cairan amnion kedalam paru pada usia 16-22
minggu tampaknya penting bagi perkembangan paru normal. Hipoplasia paru mungkin
terjadi jika gerakan ini tidak ada.
d. System Gastrointestinal
Intestinum tenue mampu melakukan peristaltik pada usia 11
minggu, pada usia 16 minggu bayi sudah dapat menelan. Hati janin menyerap obat
dengan cepat tetapi memetabolismenya fengan lambat karena jalur hepatik untuk
detoksifikasi obat berjalan dengan lambat sampai akhir masa janin. Trimester
akhir, hati menyimpan sejumlah besar glikogen dan jalur enzim bertanggung jawab
atas sintesis glukosa matang.
e. System Urogenital
Pengeluaran urin janin dimulai di masa awal kehamilan ,dan urin
janin merupakan cairan utama amnion, terutama setelah usia 16 minggu. Fungsi
ginjal berjalan dengan lambat.
f. System Saraf
Perkembangan saraf terus berlanjut sepanjang kehamilan.
Perkembangan saraf memerlukan stimulasi hormon tiroid yang normal. Janin mampu
mempresepsikan suara pada usia 24-26 minggu.
g. System Imun
IgG pada janin hampir seluruhnya berasal dari ibu. Transport IgG
ini diperantai oleh reseptor dari ibu ke janin dimulai pada minggu ke 16,
tetapi sejumlah besar IgG diperoleh dalam 4 minggu terakhir.
h. System Endokrin
Oksitosin maupun vasopresin di skeresi oleh neurohipofisis janin
pada usia 10-12 minggu. Tiroid janin mulai berkerja pada usia 12 minggu. Hormon
tiroid janin dari ibu sangat sedikit
BAB 3
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Seorang wanita disebut hamil jika sel telur
berhasil dibuahi oleh sel sperma laki laki (Fertilisasi). Hasil pembuahan akan
menghasilkan zigot, yang lalu berkembang (dengan cara pembelahan sel secara
besar besaran) menjadi embrio. Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah
terjadinya hubungan seksual (persetubuhan) antar lawan jenis, meskipun tidak
semua hubungan seksual akan menghasilkan pembuahan.
Banyak perubahan fisik yang akan
wanita alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini
juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi. Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari
hari pertama periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu
mencakup dua minggu sebelum ovulasi dan konsepsi terjadi.
Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu,
yang kedua dari 13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Trimester
pertama merupakan saat perubahan besar dalam tubuh seorang wanita, dan akan mengalami perubahan dengan cara
yang unik. Trimester pertama dapat membawa peningkatan energi dan rasa
kesejahteraan. Beberapa wanita mungkin merasa lelah dan emosional. Selama tubuh mengalami perubahan, wanita mungkin
perlu membuat perubahan ke rutinitas sehari-hari, seperti pergi ke
tempat tidur lebih awal atau sering makan, makanan kecil. Untungnya, sebagian
besar ketidaknyamanan tersebutakan hilang selama kehamilan berlangsung. Dan
sebagian perempuan bahkan mungkin tidak merasakan adanya ketidaknyamanan semua
ini.
3.2 Saran
Dalam proses dan masa kehamilan tentunya diperlukan perhatian yang
cukup intensif guna memperlancar dan meminimalisir kejadian yang tidak
diinginkan,untuk itu ibu seharusnya lebih menjaga dan mempertahankan asupan
nutrisi pada saat masa kehamilan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan nutrisi
yang diperlukan baik untuk ibu ataupun janin.
DAFTAR PUSTAKA
Arif, (et.all).
2007. “Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1 Edisi 3”. Jakarta : Media Aesculapius.
Bobak, Lowdermik, Jensen. 2012. “Buku
Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4”. Jakarta: EGC.
Griffin
Koniak, Martin, Reeder. 2011. “Volume 1 Keperawatan Maternitas”.
Jakarta: EGC.
http://satu-astikeshangtuahsurabaya.blogspot.co.id/2015/07/kelompok-fisiologi-perkembangan-embrio.html. Diakses
pada tanggal 06 maret 2016 pukul 10.00 WIB
Https:// www.Biologionline.blogspot.com/2011/04/urutan-perkembangan-janin.html Diakses pada tanggal 06 Maret
2016 pukul 10.00 WIB
Rahayu,
Dedeh Sri. 2010. Asuhan Keperawatan Anak dan Neonatus. Jakarta :
Salemba Medika











