Kamis, 21 Juli 2016

FISIOLOGI PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN EMBRIO & JANIN

SISTEM REPRODUKSI I
FISIOLOGI PERTUMBUHAN & PERKEMBANGAN EMBRIO & JANIN



Disusun Oleh Kelompok 2 :
1.         Ajeng Rosa                         (131.0004)
2.         Dhea Abriyanti                   (131.0024)
3.         Mufhida Paraningtyas        (131.0060)
4.         Sarah Safira                        (131.0088)
5.         Yuanita Putri                      (131.0104)

6.         Anisa Aprillia                     (131.0120)

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA
TAHUN AJARAN 2016-2017


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Perkembangan manusia dimulai pada tahap embrio terjadi di dalam rahim (uterus) selama masa kehamilan. Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dari seorang wanita. Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi sampai permulaan persalinan. Pada masa kehamilan terjadi pertemuan antara sel telur dengan sel sperma yang menyebabkan kehamilan dan membentuk zigot. Zigot akan membelah secara berkali-kali secara mitosis dan membentuk morula dan blastula (sel berbentuk bola). Pada tahap blastula, embrio akan masuk ke dalam rahim dan menempel pada dinding rahim yang disebut proses implantasi. Setelah menempel pada dinding rahim, embrio akan mengalami pembentukan organ-organ tubuh.
Selama perjalanan kehamilan perubahan demi perubahan pada ibu dan janin akan semakin terlihat secara jelas. Jika ibu hamil mengalami perubahan pada fisiknya atau luarnya maka janin juga mengalami perubahan dalam kehamilan. Tumbuh kembang janin dari yang semula kecil hingga janin siap lahir mengalami berbagai macam perubahan bentuk. Selain itu perubahan itu juga mengakibatkan perkembangan dari system yang ada pada janin. Berbagai macam sistem pada janin mulai berkembang hingga dewasa nantinya dan siap untuk dilahirkan.
Pertumbuhan janin ditentukan sejumlah faktor genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan yang penting adalah perfusi plasenta dan fungsi plasenta. Faktor gizi ibu bukan faktor terpenting, kecuali pada keadaan starvasi hebat. Gangguan gizi menahun dapat menyebabkan terjadinya anemia dan BBLR – berat badan lahir rendah.
Energi yang diperoleh janin dipergunakan untuk pertumbuhan dan terutama berasal dari glukosa. Kelebihan pasokan karbohidrat di konversi menjadi lemak dan konversi ini terus meningkat sampai aterm. Sejak kehamilan 30 minggu, hepar menjadi lebih efisien dan mampu melakukan konversi glukosa menjadi glikogen yang ditimbun di otot jantung otot gerak dan plasenta. Bila terjadi hipoksia, janin memperoleh energi melalui glikolisis anerobik yang berasal dari dari cadangan dalam otot jantung dan plasenta.
Plasenta memiliki kemampuan untuk “clears” bilirubin dan produk metabolit lain melalui aktivitas dari enzym transferase. Janin menghasilkan protein spesifik yang disebut sebagai alfafetoprotein - AFP dari hepar. Puncak kadar AFP tercapai pada kehamilan 12 – 16 minggu dan setelah itu terus menurun sampai aterm. Protein tersebut disekresi melalui ginjal janin dan ditelan kembali untuk mengalami degradasi dalam usus. Bila janin mengalami gangguan menelan (misalnya pada janin anensepalus atau kelainan NTD’s lain) maka kadar serum AFP tersebut meningkat. Cadangan lemak janin dengan berat 800 gram (kehamilan 24 – 26 minggu) kira 1% dari BB ; pada kehamilan 35 minggu cadangan tersebut sekitar 15% dNTD’si.
Dari penjalasan diatas maka kami akan membahas tentang bagaimana fisiologi proses pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin pada kehamilan.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Bagaimana fisiologi pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin?

1.3  Tujuan
1.3.1        Tujuan Umum
1.      Mendeskripsikan mengenai fisiologi pertumbuhan dan perkembangan embrio dan janin.

1.4  Manfaat
1.4.1        Manfaat Bagi Pembaca
Dapat mengerti dan memahami konsep dasar kehamilan dan fisiologi pertumbuhan dan perkembangan janin dan embrio agar dapat lebih menjaga kehamilannya sehingga meminimalkan resiko kejadian yang tidak diinginkan.
1.4.2        Manfaat Bagi Penulis
Dapat menjadikan sebagai salah satu bahan acuan atau literatur dalam pemenuhan ilmu pengetahuan guna mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan dan pengadaan dalam kegiatan penelitian terkait.




BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA


2.1  Masa Kehidupan Intrauterine Manusia
2.1.1        Masa Embrional
Meliputi masa pertumbuhan intrauterin sampai dengan usia kehamilan 8 minggu, di mana ovum yang dibuahi (zygote) mengadakan pembelahan dan diferensiasi sel-sel menjadi organ-organ yang hampir lengkap sampai terbentuk struktur yang akan berkembang menjadi bentuk manusia. Proses pembentukan organ "dari tidak ada menjadi ada" ini (organogenesis) pada beberapa sistem organ, misalnya sistem sirkulasi, berlanjut terus sampai minggu ke-12, sehingga beberapa sumber mengklasifikasikan pertumbuhan masa embrional sampai dengan minggu ke-12 (trimester pertama kehamilan).
2.1.2        Masa Fetal
Meliputi masa pertumbuhan intrauterin antara usia kehamilan minggu ke 8-12 sampai dengan sekitar minggu ke-40 (pada kehamilan normal / aterm), di mana organisme yang telah memiliki struktur lengkap tersebut melanjutkan pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sampai pada keadaan yang memungkinkan untuk hidup dan berfungsi di dunia luar (ekstrauterin).

2.2  Pertumbuhan Janin
a.       Pertumbuhan Janin Normal
Pertumbuhan janin manusia ditandai dengan pola-pola sekuensial pertumbuhan, diferensiasi, dan maturasi jaringan sera organ yang ditentukan oleh kemampuan substrat oleh ibu, transfer substrat melalui plasenta, dan potensi pertumbuhan janin yang dikendalinkan oleh genom (Cuningham dkk, 2005).
Pertumbuhan janin dibagi menjadi tiga fase pertumbuhan sel yang berurutan (Lin dan Forgas, 1998). Fase awal hiperplasia terjadi selama 16 minggu pertama dan ditandai oleh peningkatan jumlah sel secara cepat. Fase kedua, yang berlangsung sampai minggu ke-32, meliputi hiperplasia dan hipertropi sel. Setelah usia gestasi 32 minggu, pertumbuhan janin berlangsung melalui hipertrofi sel dan pada fase inilah sebagian besar deposisi lemak dan glikogen terjadi. Laju pertumbuhan janin yang setara selama tiga fase pertumbuhan sel ini adalah dari 5 g/hari pada usia 15 minggu, 15-20 g/hari pada minggu ke-24, dan 30-35 g/hari pada usia gestasi 34 minggu (Cuningham dkk, 2005).
Meskipun telah banyak faktor yang diduga terlibat pada proses pertumbuhan janin, mekanisme selular dan molekular sebenarnya untuk pertumbuhan janin yang abnormal tidak diketahui dengan jelas. Pada kehidupan awal janin penentu utama pertumbuhan adalah genom janin tersebut, tetapi pada kehamilan lanjut, pengaruh lingkungan, gizi, dan hormonal menjadi semakin penting.

b.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Janin
Faktor keturunan atau bawaan menentukan cepat pertumbuhan, bentuk janin, diferensiasi dan fungsi organ-organ yang dibentuk. Akan tetapi makanan yang disalurkan oleh ibunya melalui plasenta (ari-ari) mempuyai peranan yang sangat penting untuk menunjang potensi keturunan ini (Pudjiadi, 1990). Gizi ibu yang kurang atau buruk pada waktu konsepsi atau sedang hamil muda dapat menyebabkan kematian atau cacat janin. Diferensiasi terjadi pada trimester pertama hidupnya janin, hingga kekurangan zat tertentu yang sangat dibutuhkan dalam proses diferensiasi dapat menyebabkan tidak terbentuknya suatu organ dengan sempurna, atau tidak dapat berlangsungnya kehidupan janin tersebut. Pertumbuhan cepat terjadi terutama pada trimester terakhir kehamilan ibu. Maka kekurangan makanan dalam periode tersebut dapat menghambat pertumbuhannya, hingga bayi dilahirkan dengan berat dan panjang yang kurang daripada seharusnya.


2.3  Perkembangan Janin
Perkembangan janin sejak fertilisasi sampai aterm melalui beberapa tahap. Zigot à blastomer à morula à blastula à grastula à embrioblast à fetus.

Setelah fertilisasi dan terbentuk zigot, zigot masih berada di dalam ampula karena ada kontriksi antara ampula dan kanal oviduk sisanya. Hal tersebut terjadi dalam tiga hingga empat hari pertama. Selama berada dalam ampula, zigot terus melakukan pembelahan sel secara mitosis mebnetuk morula. Sementara itu peningkatan progesteron yang dihasilkan korpus luteum menstimulasi pelepasan glikogen dari endometrium ke lumen saluran reproduksi sebagrai sumber energi awal embrio. Nutrisi yang terkandung dalam sitoplasma ovum hanya cukup untuk sehari. Konsentrasi nutrisi yang disekresikan lebih banyak di ampula daripada di lumen uterina.
Setelah empat hari kadar progesteron telah cukup untuk merelaksasikan oviduk sehingga morula bisa menuju uteri melalui gerakan peristaltik dan aktivitas silia. Keterlambatan zigot untuk sampai pada uteri ini sangat penting agar lumen uteri sudah mengakumulasikan nutrisi yang cukup untuk mendukung implantasi embrio. Jika tiba terlalu awal, morula bisa mati.
Implantasi baru terjadi pada hari ke tujuh. Sebelum itu, zigot masih bebas dalam rongga uteri selama tiga hingga empat hari sambil melanjutkan pembelahan. Apabila endometrium sudah cocok untuk implantasi, morula telah turun ke uterus dan terus berproliferasi serta berdiferensiasi menjadi blastokis yang dapat berimplantasi. Blastokis merupakan bola berongga berlapis tunggal yang dikelilingi oleh 50 sel. Di dalamnya terdapat massa padat sel bersama dalam satu sisi. Massa padat tersebut merupakan inner cell mass yang aan berkembang menjadi fetus. Bagian lain berperan dalam menyokong kehidupan embrio yang sedang berkembang di dalam uterus.
Lapisan terluar blastokis, tropoblas melakukan implantasi yang mana nanti akan berkembang menjadi plasenta bagian fetus. Setelah siap berimplantasi permukaan blastokis menjadi lengket. Sementara endometrium telah siap dan menjadi lebih adesif dengan peningkatan cell adhesion molecules (CAMs).
Saat berkontak dengan endometrium, sel tropoblas melepaskan enzim pencerna protein yang memungkinkan sel sel tropoblas melakukan penetrasi ke dalam endometrium. Selain membuat lubang yang penting untuk implantasi, pemecahan dinding endometrium yang kaya nutrisi juga penting untuk sumber bahan bakaar dan bahan baku metabolisme. Selanjutnya, membran plasma tropoblas berdegenerasi membentuk sinsitium yang multinukleat yang nantinya menjadi plasenta bagian fetal.
Jaringan endometrium yang mengalami modifikasi pada tempat implantasi disebut desidua. Melalui respon terhadap cairan kimia yang dilepaskan oleh blastokis, sel endometrium mensekresikan prostaglandin secara lokal menyebabkan peningkatan vaskularisasi, edema dan peningkatan penyimpanan nutrisi. Saat implantasi selesai, seluruh blastokis terbeanm ke dalam endometrium san del tropoblas terus mencerna sel desidua disekitarnya untuk menyediakan energi bagi embrio sampai plasenta terbentuk.
Berikut perkembanan janin sesuai rentang minggu:

1.      Minggu Ke-1
Pembuahan terjadi di bagian luar saluran telur, ketika sebuah sel sperma menembus kulit (zona pellusida) sel telur menembus kulit. Ekor sel sperma tersangkut di luar telur dan terlepas, sehingga kepala sel mani dapat bergerak bebas di dalam sel telur. Bagian dari kepala sperma disebut inti dan mengandung benang-benang informasi yang diperlukan untuk membentuk manusia baru. Ini adalah langkah pertama pembentukan manusia baru yang mempunyai sifat gabungan antara ayah dan ibu. Dalam waktu 8-24 jam dimulai pembelahan segmentasi Pada hari ke 4 blastula memasuki endometrium, zona pelusida lenyap. Pada hari ke 6 blastula mulai berimplantasi (tahap menggali).

2.      Minggu Ke-2
Tahapan pada minggu kedua adalah dimulainya implantasi Pada hari ke 8 setengah blastula tertanam di endometrium Pada hari ke 9 : blastokista semakin terbenam dan ditutupi oleh bekuan fibrin, sinsitiotropoblas berubah menjadi kubah/cekungan yang akan menyatu dengan pembuluh darah Ibu da berisi darah Ibu, dengan ukuran sebesar kepala peniti Pada hari ke 11 dan 12 selesai mengadakan implantasi dalam stroma, sudah terjadi sirkulasi uteroplasenter.

3.      Minggu Ke-3
Pada minggu ini embrio sudah terbentuk seperti:
a)      Rongga amnion.
b)      Kantung kuning telur utama.
a)      Amnion.
b)      Kantung kuning telur primer.
c)      Lempeng embrionik.
d)     Badan penghubung amnion.

4.      Minggu Ke-4
Kini bayi berbentuk embrio. Embrio memproduksi hormon kehamilan (HCG) sehingga apabila melakukan test kehamilan, hasilnya positif. Pada tahap ini terjadi pembentukan:
a)      Migrasi selsel dari lapisan primitif.
b)      Lempeng saraf.
c)      Otak.
d)     Lekuk saraf.
e)      Kelenjar thyroid mulai berkembang.
f)       Badan penghubung

5.      Minggu Ke-5
Pada minggu ini, panjang janin sekitar 1,27 mm. Sistem saraf pusat, otot, dan tulang mulai dibentuk. Begitu pula dengan kerangka. Selain itu terbentuk juga :
a)      Jantung mulai berdetak.
b)      Fusi lapisan saraf.
c)      Munculnya mata dan telinga.
d)     Bakal tungkai bagian atas.
e)      Otak bagian depan.
f)       Lengkung brachial.
g)      Tulang telinga 

6.      Minggu Ke-6
Ukuran embrio rata-rata 2-4mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf sepanjang punggung bayi talah menutup. Meski belum bisa mendengar, jantung bayi mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernapasan mulai dibentuk, pucuk-pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak. Rongga matanya sudah terbentuk. Kepalanya seperti kepala reptilia dan mempunyai ekor.

7.      Minggu Ke-7
Akhir minggu ke tujuh, panjangnya sekitar 5-23 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran udara yang terdapat di dalam paru-paru. Terjadi pula :
a)      Pertemuan rongga mulut dan hidung.
b)      Telinga.
c)      Mata.
d)     Lempeng kaki.
e)      Bibir dan hidung terbentuk.
f)       Jari-jari tangan mulai terbentuk.


8.      Minggu Ke-8
Saat ini janin sudah mulai memperlihatkan bentuknya sebagai manusia. Panjangnya 2,5 cm. Kepala besar dibandingkan tubuhnya. Mata dan telinga mulai terbentuk. Mata tertutup kelopak mata, dantetap tertutup sampai minggu ke-24. Mulai terbentuk lengan dan kaki dengan jari-jari kecil dan tumit yang mengarah keluar. Tungkai bagian atas memanjang dan menekuk pada bagian siku. Saat ini semua organ utama dari tubuh sudah terbentuk, jantung berdetak dengan kuat, darah beredar melalui pembuluh-pembuluhnya, pencernaan aktif dan ginjal mulai berfungsi. Dahi membesar, genetalia eksterna belum menunjukan jenis kelamin tapi sudah mulai berdeferensiasi san anus sudah terbentuk. Satu-satunya perubahan dalam organ sejak saat ini adalah bertambahnya ukuran dan kecanggihan fungsi-fungsi tubuh sang bayi.



9.      Minggu Ke-9
Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan beratnya 4 gram. Pada minggu ini telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun tidak bisa merasakannya. Dengan Dopler, bisa didengar detak jantungnya.

10.  Minggu Ke-10
Pada minggu ini mulai tampak seperti manusia kecil dengan panjang mencapai 32-43 mm dengan berat 7 gram. Wajah mulai menunjukan raut muka, letak telinga masih lebih rendah dari posisi normal. Alat kelamin eksternal mulai terbentu Perempuan (klitoris, labia mayor, labia minor) laki-laki (Glan penis, skrotum). Sudah mnunjukan karakteristik perempuan atau laki-laki tapi belum terbentuk sempurna. Pertumbuhan sel otak meningkat dengan cepat, hapir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit sehingga proporsi kepala lebih besar daripada tubuh. Tulang sudah menggantikan kartilago. Diafragma memisahkan jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk.


11.  Minggu Ke-11
Jari-jari kecil bayi sedang bertumbuh dengan kukunya, selaput pelangi mata janin juga sedang berkembang. Folikel-folikel rambut dan gigi sudah terbentuk. Bayi sudah dapat menelan cairan amnion dan mengeluarkan kembali (kencing).

12.  Minggu Ke-12
Panjang janin sekitar 6,5 cm dan beratnya 18 gram. Kepala bayi menjadi lebiih bulat dan wajah telah terbentuk sepenuhnya. Jari-jari tangan dan jaki terbentuk dan kuku mulai tunbuh. Janin mulai menggerak-gerakan tungkai dan lengannya.uri mulai tumbuh sekitar 6 kali berat janin.

13.  Minggu Ke-13
Minggu ke 13 Panjang janin sekitar 7,5 cm dengan trakea, paru-paru, pankreas, dan usus berkembang ke fungsi terakhir. Pita suara mulai terbentuk dan tunas gigi muncul dengan 20 gigi bayi. Pada minggu ini jari tangan, telapak kaki mulai terlihat.

14.  Minggu Ke-14
Pada minggu ini organ seks bayi dapat dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Denyut jantung bayi berdetak kuat 2x lebih cepat dari Ibu. Janin sudahdapat memberi respon terhadap dunia luar rahim Ibu, janin mungkin akan bergerak bila perut diusap tapi Ibu mungkin belum dapat merasakannya.


15.  Minggu Ke-15
Bayi sudah mulai dapat mendengarkan Ibu, mendengarkan denyut jantung Ibu, suara perut Ibu, juga suara Ibu. Sekarang janin sudah mulai mempunyai rambut di kepalanya, juga bulu mata dan alis. Ukurannya sekarang 114 gram dengan panjang 15 cm. 

16.  Minggu Ke-16
Otot janin sudah berkembang dan menjadi kuat. Gerakannya semakin aktif. Mulai menghisap ibu jarinya, menguap, meregangkan tubuhnya, sudah menelan kencing dan cengukan. Pada minggu ini jika sinar terang diletakkan diperut janin akan mengerakkan tangan dan matanya.

17.  Minggu Ke-17
Masih banyak ruang dalam rahim, bayi akan bergerak merasakan sekitarnya. Kulit janin berkembang dan transparan. Terlihat merah sebab pembuluh darah masih terlihat jelas.

18.  Minggu Ke-18
Sekarang janin sudah dapat mendengarkan suara daluat tubuh Ibu, janina akan bergerak atau melompat ketika mendengarkan suara keras. Otot bayi sudah dapat berkontraksi dan relaks, byi sudah dapat mendengar atau meninju. Bergerak sangat aktif, dalam minggu ini mungkin Ibu sudah dapat merasakan gerakan putarannya untuk pertama kali. Pergerakan janin lebih kuat dan dinding uterus yang lebih tipis menghasilkan pengalaman quickening pada Ibu.

19.  Minggu Ke-19
Pada minggu ini panjang janin sekitar 16,5 cm dengan berat 226 gram. Tubuh janin diselimuti vernik caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka. Pada minggu ini sistem saraf semakin sempurna, yakni dengan diproduksinya cairan serebrosspinalis yang mestinya bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang tanpa hambatan

20.  Minggu Ke-20
Otot janin semakin kuat tiap minggu. Jika Ibu masih belum bisa merasak gerakannya, Ibu akan merasakannya sekarang. Ibu mungkin salah mengartikan gerakannya pertama kali sebagai angin, karena terasa seperti letupan gelembung-gelembung didalam. Bayi akan bergerak sekitar 200 kali sehari, tapi Ibu akan merasakan sedikit dari semua gerakan.

21.  Minggu Ke-21
Panjangnya sekitar 28 cm. Ibu akan merasakan lebih banyak gerakan karena bayi makin aktif.

22.  Minggu Ke-22
Bayi akan sadar akan lingkungannya dan bayi akam merasa tenang ketika mendengarkan suara dan sentuhan diperut. Tubuh bayi mulai memproduksi sel darah putih. Ini penting untuk bayi dalam melawan penyakit dan infeksi.

23.  Minggu Ke-23
Panjangnya sekitar 23 cm. Sekarang ukuran kepalanya sudah sesuai dengan tubuhnya. Saat ini janin terlihat sama seperti akan lahir nanti tapi lebih kecil dan kurus saat ini. Ibu dapat mendengarkan detak jantung janin dengan stetoskop. Pertumbuhan otak sangat cepat.
24.  Minggu Ke-24
Pendengaran janin sudah terbentuk sempurna. Janin akan bergerak dengan suara musik dari luar. Janin membentuk pola kapan saat tidur dan kapan saat bangun, Ibu akan merasakan dengan suatu saat janin akan bergerak terus, dan saat lain tidak. Pertumbuhan uri menjadi lambat, sementara sang janin meningkat. Pertumbuhan rambut terlihat jelas, seluruh tubuh janin dilapisi dengan lanugo yak ni rambut halus, alis, bulu mata dan rambut kepala mulai muncul. Ukuran kepala lebih besar dibanding begian tubuh yang lain dan kulit berkerut, bening dan kemerahan memberi penampilan tua pada janin, yang juga kurus dan tidak berlemak. Darah kapiler dam mioglobin merah pada otot terlihat melalui kulit. Pada janin bakal gigi permanen telah muncul, janin masih memiliki ruang dalam uterus, berubah posisi, dapat melakukan gerakan seperti menghisap dan menangis, tangan mulai membentuk kepalan dan pegangan, lemak coklat yang merupakan sumber energi, produsi panas dan pengaturan panas pada janin uang baru lahir juga mulai terbentuk. Berat badan kurang lebih 1,25 pon.

25.  Minggu Ke-25
Janin mulai berlatih bernapas dengan menghirup dan mneghembuskan cairan amnion, yang mana kadang membuat bayi cegukan dan Ibu akan dapat merasakannya juga. Lemak sudah tersimpan dan kontur mulai membulat, namun janin masih terlihat kurus dan masih tampak tua dan berkerut. Penambahan berat badan membuat tubuh lebih proporsional pada akhir bulan.

26.  Minggu Ke-26
Janin sudah mempunyai lemak dibawah kulit, yang akan membantu mengontrol suhu tubuhnya pada saat lahir. Wajah dan tubuhnya secara umum akan telihat janin saat lahir. Panjangnya sekitar 28-32 cm dengan berat sekitar 680 gram. Surfaktan sudah dihasilkan. Rambut kepala semakin panjang, gerakan menghisap lebih kuat, kuku mulai terlihat. 

27.  Minggu Ke-27
Matanya sudah terbuka dan melihat sekelilingnya untuk pertama kalinya. Janin terlihat sepertu bernapas tetapi sebenarnya janin mengambil air bukan udara. Ini merupaka latihan yang baik untuk paru-parunya.

28.  Minggu Ke-28
Pada janin laki-laki testis akan turun ke kantung skrotum. Jaringan otak berkembang. Sekarang janin dapat bermimpi. Sekarang rahim mencapai 4 jari di atas tali pusat Ibu. Panjangnya sekitar 38 cm dan beratnya mencapai 1000 gram.


29.  Minggu Ke-29
Janin saat ini mempersiapkan diri seperti posisi lahir dengan kepala kearah bawah. Jaringan lemak terus terbentuk. Pada pemeriksaan luar/palpasi mulai teraba kepala bokong jelas. 

30.  Minggu Ke-30
Kepala janin sekarang sudah proporsional dengan tubuhnya. Ibu mengalami tekanan di bagian diafragma dan perut. Sekarang bobot janin sekitar 1700 gram dan panjangnya 40 cm. Simpanan lemak mulai memperhalus kerutan. Tubuh janin mulai terisi lemak dan tidak tapmpak terlalu kurus. Vernik caseosa tebal menutupi seluruh tubuh janin, rambut kepala terus bertumbuh dan lanugo benyak sekali kecuali wajah, kuku jari mulai tumbuh mencapai ujungnya, janin memiliki kendali terhadap gerak pernapasan dan mata terbuka dan reflek cahaya terhadap pupil muncul pada akhir bulan. Ukuran kepala bokong 28 cm.

31.  Minggu Ke-31
Janin makin bertumbuh besar, maka ruangan rahim menjadi lebih sedikit, janin akan berkurang pergerakannya. Janin kemungkinan dalam posisi melengkung dengan badan dengkul dilipat, dagu di dadanyadan tangan dan kaki menyilang. Janin sudah hampir sepenuhnya berkembang. Kulit janin sudah halus dan tubuhnya montok. Apabila terbangun matanya terbuka dan ia dapat membedakan antara terang dan gelap.

32.  Minggu Ke-32
Janin berada dalam posisi kepala di bawah sampai nanti lahir. Janin akan tetap menendang, gerakan rata-rata sehari meningkat 375 perhari, tapi anda tidak akan merasakn semuanya. 10 gerakan sehari sudah normal. Panjang janin sekitar 43 cm dan beratnya mencapai sekitar 1800 gram. Paru-paru berkembang dan dapat mendukung kehidupannya.

33.  Minggu Ke-33
Ibu akan makin merasakan gerakan janin karena mengisi hampir seluruh ruang rahim. Gerakan menjadi aktig suatu waktu yang membuat Ibu tidak nyaman, terutama ketika kakinya dibawah tulang rusuk Ibu. Janin memiliki seluruh rambutnya pada minggu ini.

34.  Minggu Ke-34
Pertumbuhan terutama pada otak dalam minggu ini. Semua sistem tubuh sudah terbentuk sempurna, walaupun paru-paru masih tetap belum matang. Janin memberi respon terhadap suara yang familiar.

35.  Minggu Ke-35
Janin terus menambah cadangan lemak bawah kulit kepalanya. Kepala janin sudah mulai memasuki panggul. 

36.  Minggu Ke-36
Panjang janin mencapai 46 cm, berat 2500 gram. Janin menambah berat badan cukup banyak, 700 gram. Hal ini disebabkan lemak telah bertumpuk di bawah kulit dan sekitar bahu. Mulai dari minggu ini janin sudah mempunyai ukuran dan kematangan yang siap untuk lahir. Jika janin lahir pada minggu ini janin lahir prematur tetapi akan baik saja. Pada bulan terakhir kehamilan ini janin akan mendapat antibody dari Ibunya seperti campak. 

37.  Minggu Ke-37
Janin akan terus berlatih untuk menggerakkan paru-parunya, karena janin akan bernafas setelah dilahirkan. Jika posisi kepala janin dibawah maka kemungkinan kepala sudah memasuki panggul Ibu.

38.  Minggu Ke-38
Reflek janin sudah terkoordinasi, janin sudah dapat mengedipkan mata, menggerakkan kepala, memegang, dan merespon suara, sentuhan, dan cahaya. Janin sudah dapat membedakan antara terang dan gelap.

39.  Minggu Ke-39-40
Sekarang kehamilan telah mencapai periode penuh. Panjang janin sekitar 50 cm dan berat mencapai 3300 gram. Bayi laki-laki sekitar 100 gram lebih berat dari bayi perempuan. Bulan ini merupakan sentuhan akhir yang penting. Pertubuhan dan perkembangan utuh telah tercalpai janin bulat sempurnal, dada dan kelenjar payudara menonjol, perkembangan jenis kelamin sempurna. Lanugo menghilang hampir diseluruh tubuh, kuku mengeras dan warna kulit bervariasi tanpa menghiraukan ras. Tali pusat telah melakukan tugasnya dengan sempurna panjang normal 50-65 cm. Panjang kepala bokong 36 cm. Berat badan tergantung pada sejumlah variabel, rata-rata 7,5 pon.


2.4  Fisiologi Janin
a.       System Kardiovaskuler
Jantung mulai berdenyut pada usia 4-5 minggu. Volume darah fetoplasental saat aterm adalah 120ml/kg (jumlah sekitar 420 ml)
b.      Darah Janin
Lokasi hematopoiesis berubah sejalan dengan usia gestasi. Hb darah janin meningkat sampai tingkat dewasa sebanyak 15 g/dl pada pertengahan kehamilandan meningkat 168 g/dl pada saat aterm. Hematokrit janin rata- rata 50%.
c.       System Respirasi
Pergerakan dada janin dapat dideteksi pada usia 11 minggu. Kemampuan janin untuk menghirup cairan amnion kedalam paru pada usia 16-22 minggu tampaknya penting bagi perkembangan paru normal. Hipoplasia paru mungkin terjadi jika gerakan ini tidak ada.
d.      System Gastrointestinal
Intestinum tenue mampu melakukan peristaltik pada usia 11 minggu, pada usia 16 minggu bayi sudah dapat menelan. Hati janin menyerap obat dengan cepat tetapi memetabolismenya fengan lambat karena jalur hepatik untuk detoksifikasi obat berjalan dengan lambat sampai akhir masa janin. Trimester akhir, hati menyimpan sejumlah besar glikogen dan jalur enzim bertanggung jawab atas sintesis glukosa matang.
e.       System Urogenital
Pengeluaran urin janin dimulai di masa awal kehamilan ,dan urin janin merupakan cairan utama amnion, terutama setelah usia 16 minggu. Fungsi ginjal berjalan dengan lambat.
f.       System Saraf
Perkembangan saraf terus berlanjut sepanjang kehamilan. Perkembangan saraf memerlukan stimulasi hormon tiroid yang normal. Janin mampu mempresepsikan suara pada usia 24-26 minggu.
g.      System Imun
IgG pada janin hampir seluruhnya berasal dari ibu. Transport IgG ini diperantai oleh reseptor dari ibu ke janin dimulai pada minggu ke 16, tetapi sejumlah besar IgG diperoleh dalam 4 minggu terakhir.
h.      System Endokrin
Oksitosin maupun vasopresin di skeresi oleh neurohipofisis janin pada usia 10-12 minggu. Tiroid janin mulai berkerja pada usia 12 minggu. Hormon tiroid janin dari ibu sangat sedikit




BAB 3
PENUTUP


3.1  Kesimpulan
Seorang wanita disebut hamil jika sel telur berhasil dibuahi oleh sel sperma laki laki (Fertilisasi). Hasil pembuahan akan menghasilkan zigot, yang lalu berkembang (dengan cara pembelahan sel secara besar besaran) menjadi embrio. Pembuahan itu sendiri berlangsung setelah terjadinya hubungan seksual (persetubuhan) antar lawan jenis, meskipun tidak semua hubungan seksual akan menghasilkan pembuahan.
Banyak  perubahan fisik yang akan wanita alami selama trimester pertama (3 bulan pertama kehamilan). Periode ini juga merupakan periode tumbuh kembang yang cepat bagi bayi. Kehamilan biasanya berlangsung selama 40 minggu, mulai dari hari pertama periode terakhir menstruasi wanita yang berarti bahwa itu mencakup dua minggu  sebelum ovulasi dan konsepsi terjadi.
Trimester pertama berlangsung selama 12 minggu, yang kedua dari 13 sampai akhir 27 minggu, dan ketiga 28-40 minggu. Trimester pertama merupakan saat perubahan besar dalam tubuh seorang wanita, dan akan mengalami perubahan dengan cara yang unik. Trimester pertama dapat membawa peningkatan energi dan rasa kesejahteraan. Beberapa wanita mungkin merasa lelah dan emosional. Selama tubuh mengalami perubahan, wanita mungkin perlu membuat perubahan ke rutinitas sehari-hari, seperti pergi ke tempat tidur lebih awal atau sering makan, makanan kecil. Untungnya, sebagian besar ketidaknyamanan tersebutakan hilang selama kehamilan berlangsung. Dan sebagian perempuan bahkan mungkin tidak merasakan adanya ketidaknyamanan semua ini.

3.2  Saran
Dalam proses dan masa kehamilan tentunya diperlukan perhatian yang cukup intensif guna memperlancar dan meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan,untuk itu ibu seharusnya lebih menjaga dan mempertahankan asupan nutrisi pada saat masa kehamilan dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang diperlukan baik untuk ibu ataupun janin.




DAFTAR PUSTAKA


Arif, (et.all). 2007. “Kapita Selekta Kedokteran Jilid 1 Edisi 3”. Jakarta : Media Aesculapius.
Bobak, Lowdermik, Jensen. 2012. “Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4”. Jakarta: EGC.
Griffin Koniak, Martin, Reeder. 2011. “Volume 1 Keperawatan Maternitas”. Jakarta: EGC.
Https:// www.Biologionline.blogspot.com/2011/04/urutan-perkembangan-janin.html Diakses pada tanggal 06 Maret 2016 pukul 10.00 WIB
Rahayu, Dedeh Sri. 2010. Asuhan Keperawatan Anak dan Neonatus. Jakarta : Salemba Medika